Tampilkan postingan dengan label UNS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UNS. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Maret 2016

Peran BUMS dalam Perekonomian Indonesia

 Peran BUMS dalam Perekonomian Indonesia


Peran BUMS dalam Perekonomian Indonesia

Seperti yang telah kita bahas di muka, BUMS terdiri atas beberapa bentuk, yakni Badan usaha perseorangan, Firma, CV, PT, Yayasan dan Badan usaha swasta asing. Bagaimana peran badan-badan usaha tersebut dalam perekonomian Indonesia untuk meningkatkan kemakmuran Indonesia?
Sesuai dengan ciri-ciri dan fungsi badan usaha, peran BUMS dalam perekonomian Indonesia dapat diuraikan sebagai berikut:
1.      BUMS mampu menyerap tenaga kerja sehingga dapat mengurangi tingkat pengangguran.
2.      BUMS mampu menghasilkan sejumlah keuntungan di mana sebagian dari keuntungan tersebut digunakan untuk perluasan usaha. Perluasan usaha akan menyerap tenaga kerja lebih banyak.
3.      BUMS mampu memberikan pendapatan kepada masyarakat melalui pemberian gaji kepada karyawan. Sehingga daya beli masyarakat meningkat.
4.      BUMS mampu menghasilkan barang dan jasa yang merupakan komponen dari Pendapatan Nasional bila dilihat dari sisi PDB (Produk Domestik Bruto). Dengan adanya BUMS, Pendapatan Nasional menjadi bertambah.
5.      BUMS khususnya yang berbentuk PT mampu menyetor pajak ke kas negara setiap tahun, yang oleh pemerintah digunakan antara lain sebagai dana pembangunan.
6.      BUMS berperan mempercepat penguasaan dan alih teknologi kepada masyarakat melalui penggunaan berbagai teknologi modern dalam operasional BUMS.
7.      BUMS dengan program-program sosialnya (seperti pemberian beasiswa) mampu meningkatkan kualitas SDM Indonesia. Peningkatan kualitas SDM diharapkan akan meningkatkan kehidupan ekonomi.
Dalam menjalankan perannya sebagai salah satu roda perekonomian di Indonesia, BUMS menghadapi beberapa kendala dan tantangan, di antaranya:
1.      Dalam menghadapi globalisasi ekonomi dan perdagangan bebas, BUMS harus mampu bersaing dengan luar negeri. Jika tidak, akan banyak BUMS yang gulung tikar (mati) bila mereka tidak mampu bersaing.
2.      Dibanding negara maju, kualitas manajemen BUMS Indonesia masih harus ditingkatkan. Untuk mendapatkan pengakuan bahwa kualitas manajemen dan produk sudah memuaskan, ada standar-standar yang harus dipenuhi badan usaha termasuk BUMS. Standar tersebut di antaranya adalah ISO (International Organization for Standardization) 9000 yang mengharuskan setiap bagian dalam perusahaan bekerja aktif dan saling berkoordinasi untuk meningkatkan mutu perusahaan dan ISO 14.000 yang mengharuskan manajemen menjaga dan tidak mencemari lingkungan. ISO 14.000 sering disebut sistem manajemen lingkungan atau Eko Label.
3.      Terbatasnya kemampuan badan usaha Indonesia dalam membaca peluang pasar. Sebagai contoh, banyak hasil produksi dari badan usaha Indonesia yang diimpor negara lain dengan harga rendah, kemudian oleh negara lain produk tersebut diberi merek negaranya (Misal: made in Singapore) lalu dijual lagi dengan harga jauh lebih tinggi. Ini berarti, negara lain lebih mampu membaca peluang pasar dibanding Indonesia.
4.      Masih rendahnya fungsi sosial dari badan usaha, khususnya dari badan usaha swasta asing yang beroperasi di Indonesia. Kasus PT Freeport (milik Amerika) yang menimbulkan banyak protes dari warga Papua adalah contoh rendahnya fungsi sosial suatu badan usaha.

Untuk mengatasi kendala-kendala yang disebutkan di atas, pemerintah dan masyarakat bisa melakukan langkah-langkah berikut:
1.      Mensosialisasikan pada badan usaha dan masyarakat tentang globalisasi ekonomi beserta dampak-dampaknya, agar masyarakat mampu menyiasatinya.
2.      Mengadakan penataran dan latihan-latihan manajemen bagi BUMS.
3.      Mendorong BUMS agar mampu melakukan kegiatan ekspor dan bisa membaca peluang pasar.

4.      Membuat peraturan-peraturan yang mendorong pelaksanaan fungsifungsi badan usaha, termasuk fungsi sosial sehingga kasus seperti PT Freeport tidak terulang lagi
Share:

Minggu, 13 Maret 2016

Konsep Pemasaran


Konsep Pemasaran


marketing

Konsep pemasaran dibuat dengan menggunakan tiga faktor dasar, yaitu.
1.       Seluruh perencanan dan kegiatan perusahaan harus berorientasi pada konsumen/pasar.
2.       Volume penjualan yang menguntungkan harus menjadi tujuan perusahaan, dan bukannya volume untuk kepentingan volume itu sendiri.
3.       Seluruh kegiatan pemasaran dalam perusahaan harus dikoordinasikan dan diintegrasikan secara organisasi.
Secara definitif dapat dikatakan bahwa:
“Konsep pemasaran adalah sebuah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan.”
Definisi tersebut mempunyai konsekuensi bahwa semua kegiatan perusahaan termasuk produksi, teknik, keuangan, dan pemasaran harus diarahkan pada usaha mengetahui kebutuhan pembeli, kemudian memuaskan kebutuhan tersebut dengan mendapatkan laba yang layak untuk jangka panjang. Dalam perusahaan bagian pemasaran memagang peranan penting karena maju mundurnya perusahaan tergantung dari pemasaran produk perusahaan. Organisasi perusahaan yang menganut konsep pemasaran disebut organisasi pemasaran.
Selanjutnya, kita akan bahas tiga faktor yang digunakan dalam konsep pemasaran.
1.       Orientasi Konsumen
Henry Ford (pemilik perushaan Ford asal Amerika) mengatakan bahwa warna utama untuk mobil-mobil sebaiknya hitam. Ia merasa bahwa mobil yang paling baik adalah mobil yang dapat diandalkan dan tidak mahal. Tetapi kenyatannya, mobil-mobil yang dijualnya adalah mobil-mobil model lama.
Lain halnya dengan perusahaan Toyota Motors di mana para pengusahanya selalu berusaha mengetahui kebutuhan dan selera dari konsumen. Mereka mulai membuat mobil dengan model dan cat yang berbagai macam, dan akhirnya dapat menarik pasar yang dikuasai Ford. Ini adalah contoh tentang orientasi konsumen.
Pada pokoknya, perusahaan yang ingin mempraktekkan orientasi konsumen ini harus:
a.         Menentukan kebutuhan pokok dari pembeli yang akan dilayani dan dipenuhi.
b.         Memilih kelompok pembeli tertentu sebagai sasaran dalam penjualannya.
c.          Menentukan produk dan program pemasarannya.
d.         Mengadakan penelitian pada konsumen, untuk mengukur, menilai, dan menafsirkan keinginan, sikap, serta tingkah laku mereka.
e.         Menentukan dan melaksanakan strategi yang paling baik, apakah menitikberatkan pada mutu yang tinggi, harga murah, atau model yang menarik.
2.       Koordinasi dan Integrasi dalam Perusahaan
Untuk memberikan kepuasan konsumen secara optimal, semua elemen-elemen pemasaran yang ada harus di koordinasikan dan diintegrasikan. Semua elemen dalam perusahaan harus sadar bahwa tindakan mereka mempengaruhi kemampuan perusahaan dalam menciptakan dan mempertahankan langganan.
Satu penyelesaian untuk masalah koordinasi dan integrasi ini adalah menggunakan satu orang yang mempunyai tanggung jawab terhadap seluruh kegiatan pemasaran, yaitu manajer pemasaran. Prinsip pemasaran tentang orientasi konsumen serta kegiatan-kegiatan pemasaran yang terkoordinir, sekarang menjadi sebuah falsafah manajemen. Falsafah baru tersebut dimasukkan dalam sebuah strategi yaitu disebut manajemen pada sasaran (management by objectives).
Jadi, dapat disimpulkan bahwa setiap orang dan setiap bagian dalam perusahaan turut berkecimpung dalam suatu usaha yang terkoordinir untuk memberikan kepuasan konsumen, sehinga tujuan perusahaan dapat direalisir.
Dalam pemasaran, terdapat juga penyesuaian dan koordinasi antara produk, harga, distribusi, dan promosi untuk menciptakan hubungan pertukaran yang kuat dengan langganan. Jadi, harga harus sesuai dengan kalitas produk; saluran distribusi harus sesuai dengan harga dan kualitas produk; dan promosi harus sesuai dengan saluran, harga, dan kualitas produk. Usaha-usaha tersebut perlu juga di koordinasikan dengan waktu dan tempat.
3.       Mendapatkan Laba Melalui Pemuasan Konsumen
Tujuan menggunakan konsep ini adalah untuk memperbaiki hubungan konsumen karena hubungan yang lebih baik sangat menguntungkan bagi perusahaan, dan dapat meningkatkan laba.  Ini disebut orientasi laba (profit orientation), dengan laba ini perusahaan dapat berkembang dan tumbuh serta dapat memberikan tingkat kepuasan pada konsumen. Selain itu juga memperkuat kondisi perekonomian secara keseluruhan.
Sebenarnya, laba ini hanya merupakan tujuan umumdari perusahaan. Banyak pula perusahaan yang mempunyai tujuan lain, seperti memeberikan perlindungan serta kepuasan kepada segmen pasar yang dituju maupun untuk kegiatan sosial. Perlu diingat bahwa semua tujuan sosial dari sebuah organisasi adalah tergantung pada kelangsungan hidup dan pertumbuhan jangka panjang dari organisasi tersebut. Hal ini tidak mungkin dilakukan tanpa adanya laba.

Laba itu sendiri merupakan pencerminan dari usaha-usaha perusahaan yang berhasil memberikan kepuasan kepada konsumen. Untuk memberikan kepuasan tersebut, perusahaan dapat menyediakan/menjual barang dan jasa yang paling baik dengan harga yang layak.
Share:

Sabtu, 12 Maret 2016

Akuntansi Biaya

Akuntansi Biaya



A.    Pengertian
Akuntansi biaya adalah salah satu cabang akuntansi yang merupakan alat manajemen dalam memonitor dan merekam transaksi biaya secara sistemastis, serta menyajikan informasi biaya dalam bentuk laporan biaya (Supriyono).

Hubungan Akuntansi Keuangan dengan Akuntasi Biaya

Akt. Keuangan
Akt. Biaya
Tujuan
Menyajikan laporan keuangan untuk pihak luar
Menyajikan informasi biaya untuk manajemen
Obyek
Transaksi keuangan yang berkaitan dengan perubahan Aktiva, Hutang dan Modal
Transaksi keuangan yang berkaitan dengan biaya

Proses Akuntansi Biaya:
1.      Dokumen (Transaksi Biaya)
2.      Jurnal (Identifikasi/penggolongan dan pencatatan)
3.      Buku Besar (Peringkasan)
4.      Laporan Biaya (Penyajian)
5.      Interpretasi oleh Manajemen.

B.     Konsep – konsep dalam Akuntansi Biaya
1.      Biaya (Cost)
Pengorbanan sumber ekonomis untuk memperoleh Aktiva atau secara tidak langsung untuk mendapatkan pendapatan. Pengorbanan itu berupa:
a.       Uang kas yang dibayarkan
b.      Nilai aktiva yang diserahkan/dikorbankan
c.       Nilai jasa yang diserahkan atau dikorbankan
d.      Hutang yang timbul
e.       Tambahan modal
2.      Biaya/Beban (Expenses)
Pengorbanan sumber ekonomis secara langsung atau tidak langsung telah dimanfaatkan di dalam usaha menghasilkan pendapatan dalam satu periode atau yang tidak memberi manfaat ekonomis untuk kegiatan masa yang akan datang. Pengorbanan itu dapat berupa:
a.       Harga Pokok Penjualan
b.      Biaya Adm. Umum
c.       Biaya pemasaran
d.      Biaya bunga
Biaya tidak sama dengan beban, karena:
·           Biaya/cost adalah suatu pengorbanan sumber daya ekonomi untuk mencapa tujuan tertentu.
·           Bebab adalah arus keluar aktiva (aset) terhadap penghasilan karena perusahaan menggunakan sumber daya ekonomi yang ada. Beban berasal dari aktiva atau terjadi langsung tanpa melalu aktiva.

3.      Laba (Profit) & Rugi (Loss)
Dihitung dengan mempertemukan (matching) antara pendapatan yang diperoleh dalam periode tertentu dengan beban yang terjadi dalam periode yang sama, yang berhubungan dengan realisasi pendapatan.
4.      Pendapatan (Revenues)
Peningkatan jumlah aktiva atau penurunan kewajiban suatu badan usaha yang timbul dari penyerahan barang/jasa atau aktivitas usaha lainnya dalam satu periode.
5.      Kerugian (Losses)

Berkurangnya aktiva atau kekayaan perusahaan yang bukan karena pengambilan modal oleh pemilik, dimana tidak ada manfaat yang diperoleh dari berkurangnya aktiva tersebut.
Share:

Tentang Statistika

Statistika adalah ilmu yang mempelajari bagaimana merencanakan, mengumpulkan, menganalisis, mengintrepetasi, dan mempresentasikan data. Istilah statistika berbeda dengan statistik. Statistika merupakan ilmu yang berkenaan dengan data, sedangkan statistik adalah data, informasi, atau hasil penerapan algoritma statistika pada suatu data. Dari kumpulan data, statistika dapat digunakan menyimpulkan atau mendeskripsikan data; ini dinamakan statistika deskriptif. Sebagian besar konsep statistika mengamsusikan teori probabilitas. Statistika banyak diterapkan dalam berbagai disiplin ilmu, baik ilmu alam, ilmu sosial, maupun bidang bisnis.
Menurut Singgih Santoso (2001:3) statistik dapat diartikan sebagai sebuah kegiatan untuk:
·         Mengumpulkan data
·         Meringkas dan menyajikan data
·         Menganalis data dengan metode tertentu
·         Mengintrepestasikan hasil analis tersebut.


Gambar alur Statistika 


Secara sederhana statistika dibagi menjadi dua macam, yaitu Statistik Deskriptif dan Statistik Inferensial. Statistik Deskriptif menjelaskan bagaimana data dikumpulkan dan diringkas dari hal-hal pokok dan penting dari data itu sendiri. Sedangkan Statistik Inferensial menjelaskan proses setelah data selesai dikumpulkan, lalu dilakukan pengujian untuk menganalisis data melalui metode-metode statistik sehingga diperoleh output untuk kemudian dijelaskan ke dalam sebuah kesimpulan atau interprestasi data.
Share:

Jumat, 11 Maret 2016

Definisi Pemasaran

     
 Pemasaran merupakan hal yang penting dalam dunia bisnis karena dengan pemasaran kita dapat memperkenalkan bahkan menjual suatu produk kita ke masyarakat domestik maupun masyarakat luar negeri.Oleh karena itu saya ingin berbagi tentang ilmu pemasaran yang saya dapat saat kuliah. hehe :)
     
      <div style="border: 1px solid #CCC; margin: 10px 0px; padding: 10px; width: auto; height: auto;; text-align:left;">Pemasara adalah sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial(William Stanton).</div> 

Secara  terperinci, definisi tersebut dapat dipisah-pisahkan ke dalam beberapa urutan berikut ini:
1. Suatu sistem: suatu sistem kegiatan usaha.
2. Dibuat untuk: merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan.
3. Sesuatu yang bernilai: barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan.
4. Untuk kepentingan: pasar, berupa konsumen rumah tangga yang ada dan konsumen rumah tangga potensial atau pemakai industri.

Unsur-unsur penting yang terkandung di dalamnya adalah:
Pertama, definisi sistem dan definisi yang bersifat manajemen.
Kedua, sistem bisnis yang ada harus beorientasi pada pasar atau konsumen. Kebutuhan pembeli harus dipahami dan dilayani dengan efektif.
Ketiga, definisi tersebut menyarankan bahwa pemasaran merupakan suatu proses usaha yang dinamis (proses keseluruhan yang terintegrasi), tidak sekedar menunjukkan penggolongan lembaga dan fungsi-fungsi saja. Pemasaran bukanlah satu kegiatan, ataupun sejumlah kegiatan; melainkan hasil interaksi dari bayak kegiatan.
Keempat, program pemasaran bermula dari suatu ide tentang produk dan tidak berakhir sampai kebutuhan pelanggan terpenuhi.
Akhirnya, definisi tersebut menyatakan secara tidak langsung bahwa untuk mencapai sukses, pemasaran harus bisa memaksimumkan penjualan yang menguntungkan dalam jangka panjang.

Jadi, pemasran erupakan suatu interaksi yang berusaha untuk menciptakna hubungan pertukaran.
Share:

Selasa, 16 Februari 2016

Strategi Branding Produk


A.    Definisi Pengertian Merek / Merk / Brand
Merek adalah suatu nama, simbol, tanda, desain atau gabungan di antaranya untuk dipakai sebagai identitas suatu perorangan, organisasi atau perusahaan pada barang dan jasa yang dimiliki untuk membedakan dengan produk jasa lainnya. Merek yang kuat ditandai dengan dikenalnya suatu merek dalam masyarakat, asosiasi merek yang tinggi pada suatu produk, persepsi positif dari pasar dan kesetiaan konsumen terhadap merek yang tinggi.
Dengan adanya merek yang membuat produk yang satu beda dengan yang lian diharapkan akan memudahkan konsumen dalam menentukan produk yang akan dikonsumsinya berdasarkan berbagai pertimbangan serta menimbulkan kesetiaan terhadap suatu merek (brand loyalty). Kesetiaan konsumen terhadap suatu merek atau brand yaitu dari pengenalan, pilihan dan kepatuhan pada suatu merek. Merek dapat dipahami lebih dalam pada tiga hal berikut ini :
1.      Contoh brand name (nama) : nintendo, aqua, bata, rinso, kfc, acer, windows, toyota, zyrex, sugus, gery, bagus, mister baso, gucci, c59, dan lain sebagainya.
2.      Contoh mark (simbol) : gambar atau simbol sayap pada motor honda, gambar jendela pada windows, gambar kereta kuda pada california fried chicken (cfc), simbol orang tua berjenggot pada brand orang tua (ot) dan kentucky friend chicken (kfc), simbol bulatan hijau pada sony ericsson, dan masih banyak contoh-contoh lainnya yang dapat kita temui di kehidupan sehari-hari.
3.      Contoh trade character (karakter dagang) : ronald mcdonald pada restoran mcdonalds, si domar pada indomaret, burung dan kucing pada produk makanan gery, dan lain sebagainya.
B.     Jenis-Jenis Dan Macam-Macam Merek
1.      Manufacturer Brand
Manufacturer brand atau merek perusahaan adalah merek yang dimiliki oleh suatu perusahaan yang memproduksi produk atau jasa. Contohnya seperti soffel, capilanos, ultraflu, so klin, philips, tessa, benq, faster, nintendo wii, vit, vitacharm, vitacimin, dan lain-lain.
2.      Private brand atau merek pribadi adalah merek yang dimiliki oleh distributor atau pedagang dari produk atau jasa seperti zyrex ubud yang menjual laptop cloud everex, hipermarket giant yang menjual kapas merek giant, carrefour yang menjual produk elektrinik dengan merek bluesky, supermarket hero yang menjual gula dengan merek hero, dan lain sebagainya.
Ada juga produk generik yang merupakan produk barang atau jasa yang dipasarkan tanpa menggunakan merek atau identitas yang membedakan dengan produk lain baik dari produsen maupun pedagang. Contoh seperti sayur-mayur, minyak goreng curah, abu gosok, buah-buahan, gula pasir curah, bunga, tanaman, dan lain sebagainya.
C.     Strategi Merek / Merk (Brand Strategies)
Produsen, distributor atau pedagang pengecer dapat melakukan strategi merek sebagai berikut di bawah ini :
1.      Individual Branding / Merek Individu
Individual branding adalah memberi merek berbeda pada produk baru seperti pada deterjen surf dan rinso dari unilever untuk membidik segmen pasar yang berbeda seperti halnya pada wings yang memproduksi deterjen merek so klin dan daia untuk segmen pasar yang beda.

2.      Family Branding / Merek Keluarga
Family branding adalah memberi merek yang sama pada beberapa produk dengan alasan mendompleng merek yang sudah ada dan dikenal mesyarakat. Contoh famili branding yakni seperti merek gery yang merupakan grup dari garudafood yang mengeluarkan banyak produk berbeda dengan merek utama gery seperti gery saluut, gery soes, gery toya toya, dan lain sebagainya. Contoh lain misalnya yaitu seperti motor suzuki yang mengeluarkan varian motor suzuki smash, suzuki sky wave, suzuki spin, suzuki thunder, suzuki arashi, suzuki shodun ,suzuki satria, dan lain-lain.
Share:

Senin, 15 Februari 2016

Pengertian Studi Kelayakan Bisnis


Suatu kegiatan bisnis pasti melibatkan banyak pihak yang memiliki berbagai kepentingan yang berbeda, seperti para investor selaku pemrakarsa, bank selaku pemberi kredit, dan pemerintah yang memberikan fasilitas tata peraturan hukum dan perundang-undangan. Investor berkepentingan untuk mengetahui tingkat keuntungan dari investasi, bank berkepentingan untuk mengetahui tingkat keamanan kredit yang diberikan dan kelancaran pengembaliannya, pemerintah lebih menitik-beratkan manfaat dari investasi tersebut secara makro baik bagi perekonomian, pemerataan kesempatan kerja, dan lain-lain.
Mengingat bahwa kondisi yang akan datang dipenuhi dengan ketidakpastian, maka diperlukan pertimbangan-pertimbangan tertentu di dalam memulai suatu bisnis, dimana dasar dari pertimbangan-pertimbangan tersebut dapat diperoleh melalui suatu studi terhadap berbagai aspek mengenai kelayakan suatu bisnis yang akan dijalankan, sehingga hasil daripada studi tersebut digunakan untuk memutuskan apakah sebaiknya proyek atau bisnis layak dikerjakan atau ditunda atau bahkan dibatalkan. Hal tersebut diatas adalah menunjukan bahwa dalam studi kelayakan akan melibatkan banyak tim dari berbagai ahli yang sesuai dengan bidang atau aspek masing-masing seperti ekonom, hukum, psikolog, akuntan, perekayasa teknologi dan lain sebagainya.

Jadi pengertian studi kelayakan bisnis adalah penelitian yang menyangkut berbagai aspek baik itu dari aspek hukum, sosial ekonomi dan budaya, aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis dan teknologi sampai dengan aspek manajemen dan keuangannya, dimana itu semua digunakan untuk dasar penelitian studi kelayakan dan hasilnya digunakan untuk mengambil keputusan apakah suatu proyek atau bisnis dapat dikerjakan atau ditunda dan bahkan tidak dijalankan. Studi kelayakan biasanya digolongkan menjadi dua bagian yang berdasarkan pada orientasi yang diharapkan oleh suatu perusahaan yaitu berdasarkan orientasi laba, yang dimaksud adalah studi yang menitik-beratkan pada keuntungan yang secara ekonomis, dan orientasi tidak pada laba (social), yang dimaksud adalah studi yang menitik-beratkan suatu proyek tersebut bisa dijalankan dan dilaksanakan tanpa memikirkan nilai atau keuntungan ekonomis.
Share:

Minggu, 14 Februari 2016

Motivasi Berprestasi dalam Wirausaha


1.      Pengertian Motivasi Berprestasi
McClelland dan Heckhausen menyatakan bahwa motivasi berprestasi adalah motif yang mendorong individu dalam mencapai sukses dan bertujuan untuk berhasil dalam kompetisi dengan beberapa ukuran keberhasilan, yaitu dengan membandingkan prestasinya sendiri  sebelumnya maupun dengan prestasi orang lain.
2.      Ciri-ciri Individu yang Memiliki Motivasi Berprestasi Tinggi
Menurut McClelland (dikutip dari Gibson, 1988) dalam risetnya menggambarkan bahwa orang-orang yang berprestasi tinggi dalam masyarakat adalah:
a.         Mereka yang memiliki prestasi tinggi lebih suka menetapkan sendiri tujuan prestasinya.
b.         Lebih suka menghindari tujuan prestasi yang mudah dan sukar karena mereka lebih menyukai tujuan yang sesuai dengan kemampuan mereka
c.         Lebih menyukai feedback yang cepat dan efiien mengenai prestasi mereka.
d.         Senang dan bertanggung jawab memecahkan setiap masalah.
3.      Faktor-faktor yang Mempengaruhi Motivasi Berpretasi
a.       Intelegensi
Intelegensi adalah kemampuan mental yang kompleks dan ada pada diri seseorang. Kemampuan tersebut akan melatar belakangi perilaku seseorang baik di dalam memecahkan masalah maupun menghadapi hal yang baru. Makin tinggi intelegensi atau kemampuan seseorang akan makin cepat dan cermat membaca, memahami dan menyelesaikan permasalahan yang dihadapi dan semakin tinggi pula tingkat kreativitas untuk berpretasi.
Piet Rottfles dan Splete menyatakan intelegensi akan memengaruhi motivasi berprestasi seseorang, makin tinggi tingkat intelegensi akan memengaruhi motif berprestasinya.
b.      Kebutuhan dan Pendidikan

Tingkat pendidikan serta variasi serta macam keilmuan yang dikuasai, akan diikuti melatarbelakangi sikap hidup, konsep diri dan perilaku seseorang dalam menghadapi macam dan tingkat kebutuhan baik yang berasal dari dari dalam diri maupun luar individu dalam kehidupan sehari-hari. Makin tinggi tingkat pendidikan seseorang, makin luas cakupan pengetahuan yang dikuasai atau di perolehnya, baik secara teoritis maupun praktis. Hal ini akan melatarbelakangi perbedaan sikap, poa hidup, maupun strategi yang diambil dalam problem solving, serta berbagai macam kegiatan dalam kehidupan sehari-hari.
Share:

Jumat, 12 Februari 2016

Karakteristik Perusahaan Dagang

Perhatikan ilustrasi pertama berikut!
Menjelang tahun ajaran baru, biasanya Anda mempersiapkan perlengkapan sekolah yang serba baru. Misalnya, sepatu baru, seragam baru, tas baru, dan peralatan tulis yang baru pula. Di manakah Anda memperoleh barang itu? Siapakah yang menyediakan keperluan Anda tersebut? Tentu Anda akan pergi ke toko-toko yang menjual kebutuhan Anda tersebut. Dari manakah toko-toko itu memperoleh barang yang siap dijual langsung kepada konsumen? Toko-toko biasa memperoleh barang dagangannya dari pemasok (supplier) untuk dijual kembali tanpa mengubah bentuknya. Jadi, perusahaan dagang adalah perusahaan yang kegiatan usahanya melakukan transaksi pembelian barang dagangan dari pemasok (supplier) dengan tujuan untuk dijual kembali kepada konsumen tanpa mengubah bentuk. Contoh: toko bangunan, toko sepatu, toko pakaian, dan toko sepeda. Karakteristik perusahaan dagang yang tidak dimiliki oleh perusahaan jasa, adalah pembelian, penjualan, dan persediaan barang dagangan. Hasil
utama yang diperoleh perusahaan dagang adalah keuntungan (laba) ataupun kerugian yang merupakan selisih antara harga pembelian dengan harga penjualan. Pembelian, penjualan, dan persediaan barang dagangan merupakan akun-akun baru dalam perusahaan dagang yang perlu mendapatkan perhatian khusus dalam melakukan pencatatan atau pembukuan.

Dalam perdagangan barang harus ada perjanjian antara pembeli dan penjual dalam hal pembayaran dan penyerahan barang, sehingga jelas hak dan kewajiban bagi kedua belah pihak. Syarat pembayaran dan syarat penyerahan barang dagangan adalah sebagai berikut.
1.       Syarat Pembayaran
Syarat pembayaran adalah mekanisme atau tata cara pembayaran harga barang yang dibeli. Pembelian barang dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu pembelian tunai dan pembelian kredit. Di samping itu, dalam syarat pembayaran seringkali dicantumkan syarat-syarat khusus yang disepakati kedua belah pihak.
Contoh:
a.       n/30, artinya pembayaran seluruh harga barang dagangan dapat dilakukan selambat-lambatnya 30 hari sejak tanggal faktur (tanggal transaksi)
b.       n/eom, (eom = end of month) artinya pembayaran seluruh harga barang dagangan dapat dilakukan selambat-lambatnya sampai akhir bulan yang bersangkutan. Misal, pembelian dilakukan tanggal 5 Maret 2006 dengan syarat “n/eom” maka pembeli dapat melunasi pembayaran selambat-lambatnya sampai dengan tanggal 31 Maret 2006.
c.       2/10, n/30; 2/10 artinya pembeli akan menerima potongan harga sebesar 2% apabila pembayaran dilakukan paling lambat 10 hari setelah tanggal transaksi; n/30 artinya jangka waktu pelunasan adalah 30 hari.
2.       Syarat Penyerahan Barang
Syarat penyerahan barang merupakan kesepakatan antara pembeli dan penjual mengenai tempat serah terimanya barang yang diperjualbelikan. Dalam syarat penyerahan barang ditentukan pihak yang menanggung beban pengiriman barang dari gudang penjual sampai ke gudang pembeli. Syarat syarat pembayaran yang biasanya sering terjadi dalam perdagangan adalah sebagai berikut:
a.       Franco Gudang Penjual (Free on Board Shipping Point/FOB Shipping point)
Seringkali kita berhadapan dengan penjual yang tidak mau mengirim barang yang kita beli sampai di rumah. Penjual hanya melayani sebatas di tempatnya menjual saja. Pola penjualan seperti ini disebut sebagai franco gudang penjual atau FOB shipping point. FOB shipping point, artinya penjual menyerahkan semua barang yang dijual kepada pembeli di gudang penjual. Pencatatan transaksi dan pemindahan hak pemilikan barang dagangan diakui sejak berada di gudang penjual. Jadi, pihak yang menanggung beban pengiriman barang adalah pembeli. Jika terjadi kehilangan atau kerusakan dalam perjalanan maka ditanggung oleh pembeli. Biaya pengangkutan barang dagangan tersebut akan menambah harga pokok barang yang dibeli. Contoh, perusahaan membeli sejumlah barang dagangan seharga Rp10.000.000,00 dan biaya angkut/beban pengiriman dari gudang penjual sebesar Rp800.000,00. Perusahaan sebagai pihak pembeli akan mencatat harga pokok barang sebesar Rp10.800.000,00
b.      Franco Gudang Pembeli (Free on Board Destination Point/FOB
Destination Point)
Sebagian besar penjual menggunakan sistem ini. Pembeli tidak perlu mengeluarkan biaya transport untuk membawa pulang barang pembeliannya. FOB Destination Point, artinya penjual menyerahkan barang yang dijual kepada pembeli di gudang pembeli. Pencatatan transaksi dan pemindahan hak pemilikan ke tangan pembeli diakui setelah barang sampai di gudang pembeli. Segala kerugian yang terjadi saat pengiriman ditanggung oleh penjual.
c.       Cost Insurance and Freight (CIF)

Cost Insurance and Freight, artinya pihak penjual harus menanggung beban pengiriman barang dan premi asuransi kerugian barang yang dijual. Syarat CIF biasanya dilakukan pada transaksi ekspor dan impor. Akun pembelian barang dagangan termasuk ke dalam beban sehingga pada awal dan akhir periode tidak akan terdapat saldo, setiap transaksi pembelian barang dagangan akan dicatat pada sisi debit akun
pembelian, pada akhir periode, akun pembelian akun ditutup dan saldonya akan dipindahkan ke akun ikhtisar laba/rugi atau harga pokok
penjualan.
Share: