Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 Maret 2016

Profesi Guru

Profesi Guru

1.      PENGERTIAN GURU
Dalam paradigma Jawa, pendidik diidentikan dengan guru, yang mempunyai makna “Digugu lan Ditiru” artinya mereka yang selalu dicontoh dan dipatuhi. Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah seorang yang pekerjaannya (mata pencahariannya, profesinya) mengajar. Dalam bahasa arab disebut mu’allim dan dalam bahasa Inggris disebut teacher. Itu semua memiliki arti yang sederhana yakni “A Person Occupation is Teaching Other” artinya guru adalah seorang yang pekerjaannya mengajar orang lain.
Guru merupakan suatu profesi, yang berarti jabatan yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru dan tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang di luar bidang pendidikan. Walaupun pada kenyataan masih terdapat hal-hal tersebut di luar bidang kependidikan.
Guru memang menempati kedudukan yang terhormat di masyarakat. Kewibawaanlah yang menyebabkan guru dihormati, sehingga masyarakat tidak meragukan figur guru. Masyarakat yakin bahwa gurulah yang dapat mendidik anak didik mereka agar menjadi orang yang berkepribadian mulia. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa guru adalah semua orang yang berwenang dan bertanggungjawab untuk membimbing dan membina anak didik, baik secara individual maupun klasikal, disekolah maupun diluar sekolah.
2.      PENGERTIAN PROFESI
Secara etimologi, istilah profesi berasal dari bahasa Inggris yaitu profession atau bahasa latin, profecus, yang artinya mengakui, adanya pengakuan, menyatakan mampu, atau ahli dalam melakukan suatu pekerjaan. Sedangkan secara terminologi, profesi berarti suatu pekerjaan yang mempersyaratkan pendidikan tinggi bagi pelakunya yang ditekankan pada pekerjaan: yaitu adanya persyaratan pengetahuan teoritis sebagai instrumen untuk melakukan perbuatan praktis, bukan pekerjaan manual. Jadi suatu profesi harus memiliki tiga pilar pokok, yaitu pengetahuan, keahlian, dan persiapan akademik.
Kata profesi identik dengan keahlian, seseorang yang melakukan tugas profesi juga sebagai seorang ahli (expert). Sama halnya dengan pendapat Volmer dan Mills, mereka bersama-sama mengartikan profesi sebagai spesialisasi dari jabatan intelektual yang diperoleh melalui studi dan training, bertujuan menciptakan keterampilan, pekerjaan yang bernilai tinggi, sehingga ketrampilan dan pekerjaan itu diminati, disenangi orang lain dan dia dapat melakukan pekerjaan itu dengan mendapat imbalan berupa upah, bayaran dan gaji (payment).
Suatu profesi tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang yang tidak dilatih atau dipersiapkan untuk itu. Suatu profesi umumnya berkembang dari pekerjaan, yang kemudian berkembang makin matang serta ditunjang oleh tiga hal: keahlian, komitmen, dan keterampilan, yang membentuk sebuah segitiga sama sisi yang di tengahnya terletak profesionalisme.
A.    PROFESIONALISME GURU
Tugas dan kewajiban guru baik yang terkait langsung dengan proses belajar mengajar maupun tidak terkait langsung, sangatlah banyak dan berpengaruh pada hasil belajar mengajar. Perlu diperhatikan secara sungguh-sungguh bagaimana memberikan prioritas yang tinggi kepada guru. Sehingga mereka dapat memperoleh kesempatan untuk selalu meningkatkan kemampuannya melaksanakan tugas sebagai guru. Seorang guru harus diberikan kepercayaan untuk melaksanakan tugasnya dalam melakukan proses belajar mengajar yang baik. Mereka juga perlu diberikan dorongan dan suasana yang kondusif untuk menemukan berbagai alternatif metode dan cara mengembangkan proses pembelajaran sesuai perkembangan zaman. Dengan begitu, akan bermunculanlah guru yang profesional.
Profesionalisme dalam pendidikan tidak lain adalah seperangkat fungsi dan tugas dalam lapangan pendidikan berdasarkan keahlian yang diperoleh melalui pendidikan dan latihan khusus di bidang pekerjaan yang mampu menekuni bidang profesinya selama hidupnya. Mereka itu adalah para guru yang profesional yang memiliki kompetensi keguruan berkat pendidikan atau latihan di lembaga pendidikan guru dalam jangka waktu tertentu.
Menjadi guru yang profesional tentu saja idaman bagi mereka yang berprofesi sebagai guru. Dewasa ini, tentu kita tidak bisa menutup mata bahwa profesi guru adalah profesi yang sangat diminati oleh banyak orang, ditambah lagi dengan semakin berpihaknya pemerintah pada profesi ini, membuat orang berlomba-lomba menjadi guru. Namun, tidak sedikit juga guru yang hanya menjadi aktor yang bekerja sekedar pelepas tanggung jawab, bahkan itupun tidak dibarengi dengan kemampuan yang memadai sebagai aktor yang cakap untuk mentransformasikan pengetahuannya.
1.      Ciri-ciri Guru Profesional
Menurut jurnal terkemuka manajemen pendidikan, Educational Leadership edisi Maret 1993 menurunkan laporan utama bahwa untuk menjadi profesional, seorang guru dituntut untuk memiliki lima hal:
a.  Guru mempunyai komitmen pada siswa dan proses belajarnya. Komitmen tertinggi guru adalah kepada kepentingan siswanya.
b.  Guru menguasai secara mendalam bahan/mata pelajaran yang diajarkannya serta cara mengajarkannya kepada para siswa. Bagi guru, hal ini merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan.
c.   Guru bertanggungjawab memantau hasil belajar siswa melalui berbagai teknik evaluasi, mulai cara pengamatan dalam perilaku siswa sampai tes hasil belajar.
d. Guru mempu berfikir sistematis tentang apa yang dilakukannya, dan belajar dari pengalamannya. Artinya, harus selalu ada waktu untuk guru guna melakukan refleksi dan koreksi terhadap apa yang telah dilakukannya. Untuk bisa belajar dari pengalaman, ia harus tahu mana yang benar dan mana yang salah, serta baik dan buruk dampaknya pada proses belajar siswa.
e.   Guru seyogianya merupakan bagian dari masyarakat belajar dan lingkungan profesinya, misalnya kalau di kita, PGRI dan organisasi profesi lainnya.

Profesionalisme guru merupakan hasil dari profesionalisasi yang dijalainya secara terus-menerus. Dalam proses ini, pendidikan prajabatan (preservice education), pendidikan dalam-jabatan termasuk penataran (in-service training), pembinaan dari organisasi profesi dan tempat kerja, penghargaan masyarakat terhadap profesi keguruan, pengakuan kode etik profesi, sertifikasi peningkatan kualitas calon guru, besar kecilnya gaji atau imbalan, dan lain-lain secara bersama-sama menentukan profesionalisme guru.
Seorang guru profesional setidaknya harus memiliki tiga unsur sebagai berikut.
a)      Kualifikasi
Sesuai dengan peraturan yang berlaku bahwa kualifikasi pendidikan guru adalah minimal S1 dari program keguruan, maka dapat diperoleh melalui pendidikan tinggi program S1 atau D4. Kualifikasi juga merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan dan meningkatkan profesi guru.
b)      Kompetensi
Untuk menjadi seorang guru harus memiliki keahlian khusus, pengetahuan, kemampuan dan dituntut untuk dapat melaksanakan peranannya secara profesional. Untuk dapat melaksanakan perannya tersebut, guru harus mempunyai kompetensi sebagai modal dasar dalam mengemban tugas dan kewajibannya.
Menurut UU Guru dan Dosen No. 14 Th 2005, kompetensi guru terdiri atas:
1)      Kompetensi Pedagogik
Manusia memiliki potensi untuk dapat mendidik dan dididik sehingga mampu menjadi khalifah di bumi, pendukung dan pengembang kebudayaan. Ia dilengkapi dengan fitrah Allah, berupa bentuk atau wadah yang dapat diisi dengan berbagai kecakapan dan keterampilan yang dapat berkembang, sesuai dengan kedudukannya sebagai makhluk mulia. Fitrah inilah yang membedakan antara manusia dengan makhluk Allah lainnya dan fitrah ini pulalah yang membuat manusia itu istimewa dan lebih mulia yang sekaligus berarti bahwa manusia adalah makhluk paedagogik.
2)      Kompetensi Kepribadian
Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa mempunyai peran yang unik dalam kehidupan terlebih yang berkaitan dengan kepribadian dirinya. Guru pun demikian, dia bukanlah manusia super, dia tidak lepas dari sisi kepribadiannya sebagai seorang manusia biasa yang penuh dengan keterbatasan. Kompetensi guru mencakup sikap (attitude), nilai-nilai (value) kepribadian (personality) sebagai elemen perilaku (behaviour) dalam kaitannya dengan performance yang ideal sesuai dengan bidang pekerjaan yang dilandasi oleh latar belakang pendidikan, peningkatan kemampuan dan pelatihan, serta legalitas kewenangan mengajar.
Berdasarkan uraian di atas, fungsi kompetensi kepribadian guru adalah memberikan bimbingan dan suri tauladan, secara bersama-sama mengembangkan kreativitas dan mengembangkan motif belajar serta dorongan untuk maju kepada anak didik.
3)      Kompetensi Sosial
Manusia merupakan makhluk sosial yang senantiasa untuk hidup berkelompok. Kompetensi sosial dalam kegiatan belajar ini berkaitan dengan masyarakat di sekitar sekolah dan masyarakat tempat guru tinggal sehingga peranan dan cara guru berkomunikasi di masyarakat diharapkan memiliki karakteristik tersendiri yang sedikit banyak berbeda dengan orang lain yang bukan guru. Misi yang diemban guru adalah misi kemanusiaan. Mengajar dan mendidik adalah tugas memanusiakan manusia. Guru harus mempunyai kompetensi sosial karena guru adalah penceramah jaman, lebih tajam lagi ditulis oleh Soekarno dalam tulisan “Guru dalam masa pembangunan” menyebutkan pentingnya guru dalam masa pembangunan adalah menjadi mesyarakat. Oleh karena itu, tugas guru adalah tugas pelayanan manusia.
4)      Kompetensi Profesional
Secara sederhana pekerjaan yang bersifat profesional adalah pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh mereka yang secara khusus disiapkan untuk itu dan bukan pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang karena tidak dapat atau tidak memperoleh pekerjaan lainnya. Dari rumusan di atas, kata “dipersiapkan untuk itu” dapat diartikan yaitu mengacu kepada proses pendidikan bukan sekedar latihan. Makin tinggi tingkat pendidikan yang harus dipenuhinya makin tinggi pula derajat profesi yang disandangnya.
Untuk meningkatkan kualitas guru, perlu dilaksanakan suatu sistem pengujian terhadap kompetensi guru. Mereka melakukannya terutama untuk mengetahui kemampuan guru di daerahnya, untuk kenaikan pangkat dan jabatan, serta untuk mengangkat kepala sekolah dan wakil kepala sekolah.
Uji kompetensi guru baik secara teoritis dan praktis memilki manfaat yang sangat penting, terutama dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan melalui peningkatan kualitas guru.
a)      Sebagai alat untuk mengembangkan standar kemampuan profesional guru.
b)      Merupakan alat seleksi penerimaan guru.
c)      Untuk pengelompokan guru
d)      Sebagai bahan acuan dalam pengembangan kurikulum.
e)      Merupakan alat pembinaan guru.
f)       Mendorong kegiatan dan hasil belajar.
Uji kompetensi guru hendaknya dilakukan secara berkesinambungan, untuk mengetahui perkembangan profesionalisme guru. Dengan demikian, hasil uji kompetensi guru dapat digunakan setiap saat, baik untuk kenaikan jabatan, penempatan maupum pemberian penghargaan bagi para guru.
c)      Sertifikasi
Sertifikasi guru adalah prosedur yang digunakan oleh pihak yang berwenang untuk memberikan jaminan tertulis bahwa seseorang telah memenuhi persyaratan kompetensi sebagai guru. Sertifikasi guru merupakan pemenuhan kebutuhan untuk meningkatkan kompetensi profesional. Sertifikasi juga bermanfaat sebagai pengawasan mutu dan penjaminan mutu.
          Rakernas Depdikbud setiap tahun selalu menggaris bawahi tentang pentingnya peningkatan profesionalisme guru. Hal ini menunjukkan pentingnya perhatian Depdikbud terhadap guru dan sekaligus merupakan penguatan terhadap apa yang telah kita sadari selama ini: betapa guru mempunyai peranan amat penting dalam keseluruhan upaya pendidikan.
Share:

Rabu, 16 Maret 2016

Peran BUMS dalam Perekonomian Indonesia

 Peran BUMS dalam Perekonomian Indonesia


Peran BUMS dalam Perekonomian Indonesia

Seperti yang telah kita bahas di muka, BUMS terdiri atas beberapa bentuk, yakni Badan usaha perseorangan, Firma, CV, PT, Yayasan dan Badan usaha swasta asing. Bagaimana peran badan-badan usaha tersebut dalam perekonomian Indonesia untuk meningkatkan kemakmuran Indonesia?
Sesuai dengan ciri-ciri dan fungsi badan usaha, peran BUMS dalam perekonomian Indonesia dapat diuraikan sebagai berikut:
1.      BUMS mampu menyerap tenaga kerja sehingga dapat mengurangi tingkat pengangguran.
2.      BUMS mampu menghasilkan sejumlah keuntungan di mana sebagian dari keuntungan tersebut digunakan untuk perluasan usaha. Perluasan usaha akan menyerap tenaga kerja lebih banyak.
3.      BUMS mampu memberikan pendapatan kepada masyarakat melalui pemberian gaji kepada karyawan. Sehingga daya beli masyarakat meningkat.
4.      BUMS mampu menghasilkan barang dan jasa yang merupakan komponen dari Pendapatan Nasional bila dilihat dari sisi PDB (Produk Domestik Bruto). Dengan adanya BUMS, Pendapatan Nasional menjadi bertambah.
5.      BUMS khususnya yang berbentuk PT mampu menyetor pajak ke kas negara setiap tahun, yang oleh pemerintah digunakan antara lain sebagai dana pembangunan.
6.      BUMS berperan mempercepat penguasaan dan alih teknologi kepada masyarakat melalui penggunaan berbagai teknologi modern dalam operasional BUMS.
7.      BUMS dengan program-program sosialnya (seperti pemberian beasiswa) mampu meningkatkan kualitas SDM Indonesia. Peningkatan kualitas SDM diharapkan akan meningkatkan kehidupan ekonomi.
Dalam menjalankan perannya sebagai salah satu roda perekonomian di Indonesia, BUMS menghadapi beberapa kendala dan tantangan, di antaranya:
1.      Dalam menghadapi globalisasi ekonomi dan perdagangan bebas, BUMS harus mampu bersaing dengan luar negeri. Jika tidak, akan banyak BUMS yang gulung tikar (mati) bila mereka tidak mampu bersaing.
2.      Dibanding negara maju, kualitas manajemen BUMS Indonesia masih harus ditingkatkan. Untuk mendapatkan pengakuan bahwa kualitas manajemen dan produk sudah memuaskan, ada standar-standar yang harus dipenuhi badan usaha termasuk BUMS. Standar tersebut di antaranya adalah ISO (International Organization for Standardization) 9000 yang mengharuskan setiap bagian dalam perusahaan bekerja aktif dan saling berkoordinasi untuk meningkatkan mutu perusahaan dan ISO 14.000 yang mengharuskan manajemen menjaga dan tidak mencemari lingkungan. ISO 14.000 sering disebut sistem manajemen lingkungan atau Eko Label.
3.      Terbatasnya kemampuan badan usaha Indonesia dalam membaca peluang pasar. Sebagai contoh, banyak hasil produksi dari badan usaha Indonesia yang diimpor negara lain dengan harga rendah, kemudian oleh negara lain produk tersebut diberi merek negaranya (Misal: made in Singapore) lalu dijual lagi dengan harga jauh lebih tinggi. Ini berarti, negara lain lebih mampu membaca peluang pasar dibanding Indonesia.
4.      Masih rendahnya fungsi sosial dari badan usaha, khususnya dari badan usaha swasta asing yang beroperasi di Indonesia. Kasus PT Freeport (milik Amerika) yang menimbulkan banyak protes dari warga Papua adalah contoh rendahnya fungsi sosial suatu badan usaha.

Untuk mengatasi kendala-kendala yang disebutkan di atas, pemerintah dan masyarakat bisa melakukan langkah-langkah berikut:
1.      Mensosialisasikan pada badan usaha dan masyarakat tentang globalisasi ekonomi beserta dampak-dampaknya, agar masyarakat mampu menyiasatinya.
2.      Mengadakan penataran dan latihan-latihan manajemen bagi BUMS.
3.      Mendorong BUMS agar mampu melakukan kegiatan ekspor dan bisa membaca peluang pasar.

4.      Membuat peraturan-peraturan yang mendorong pelaksanaan fungsifungsi badan usaha, termasuk fungsi sosial sehingga kasus seperti PT Freeport tidak terulang lagi
Share:

Sabtu, 12 Maret 2016

Akuntansi Biaya

Akuntansi Biaya



A.    Pengertian
Akuntansi biaya adalah salah satu cabang akuntansi yang merupakan alat manajemen dalam memonitor dan merekam transaksi biaya secara sistemastis, serta menyajikan informasi biaya dalam bentuk laporan biaya (Supriyono).

Hubungan Akuntansi Keuangan dengan Akuntasi Biaya

Akt. Keuangan
Akt. Biaya
Tujuan
Menyajikan laporan keuangan untuk pihak luar
Menyajikan informasi biaya untuk manajemen
Obyek
Transaksi keuangan yang berkaitan dengan perubahan Aktiva, Hutang dan Modal
Transaksi keuangan yang berkaitan dengan biaya

Proses Akuntansi Biaya:
1.      Dokumen (Transaksi Biaya)
2.      Jurnal (Identifikasi/penggolongan dan pencatatan)
3.      Buku Besar (Peringkasan)
4.      Laporan Biaya (Penyajian)
5.      Interpretasi oleh Manajemen.

B.     Konsep – konsep dalam Akuntansi Biaya
1.      Biaya (Cost)
Pengorbanan sumber ekonomis untuk memperoleh Aktiva atau secara tidak langsung untuk mendapatkan pendapatan. Pengorbanan itu berupa:
a.       Uang kas yang dibayarkan
b.      Nilai aktiva yang diserahkan/dikorbankan
c.       Nilai jasa yang diserahkan atau dikorbankan
d.      Hutang yang timbul
e.       Tambahan modal
2.      Biaya/Beban (Expenses)
Pengorbanan sumber ekonomis secara langsung atau tidak langsung telah dimanfaatkan di dalam usaha menghasilkan pendapatan dalam satu periode atau yang tidak memberi manfaat ekonomis untuk kegiatan masa yang akan datang. Pengorbanan itu dapat berupa:
a.       Harga Pokok Penjualan
b.      Biaya Adm. Umum
c.       Biaya pemasaran
d.      Biaya bunga
Biaya tidak sama dengan beban, karena:
·           Biaya/cost adalah suatu pengorbanan sumber daya ekonomi untuk mencapa tujuan tertentu.
·           Bebab adalah arus keluar aktiva (aset) terhadap penghasilan karena perusahaan menggunakan sumber daya ekonomi yang ada. Beban berasal dari aktiva atau terjadi langsung tanpa melalu aktiva.

3.      Laba (Profit) & Rugi (Loss)
Dihitung dengan mempertemukan (matching) antara pendapatan yang diperoleh dalam periode tertentu dengan beban yang terjadi dalam periode yang sama, yang berhubungan dengan realisasi pendapatan.
4.      Pendapatan (Revenues)
Peningkatan jumlah aktiva atau penurunan kewajiban suatu badan usaha yang timbul dari penyerahan barang/jasa atau aktivitas usaha lainnya dalam satu periode.
5.      Kerugian (Losses)

Berkurangnya aktiva atau kekayaan perusahaan yang bukan karena pengambilan modal oleh pemilik, dimana tidak ada manfaat yang diperoleh dari berkurangnya aktiva tersebut.
Share:

Jumat, 12 Februari 2016

Karakteristik Perusahaan Dagang

Perhatikan ilustrasi pertama berikut!
Menjelang tahun ajaran baru, biasanya Anda mempersiapkan perlengkapan sekolah yang serba baru. Misalnya, sepatu baru, seragam baru, tas baru, dan peralatan tulis yang baru pula. Di manakah Anda memperoleh barang itu? Siapakah yang menyediakan keperluan Anda tersebut? Tentu Anda akan pergi ke toko-toko yang menjual kebutuhan Anda tersebut. Dari manakah toko-toko itu memperoleh barang yang siap dijual langsung kepada konsumen? Toko-toko biasa memperoleh barang dagangannya dari pemasok (supplier) untuk dijual kembali tanpa mengubah bentuknya. Jadi, perusahaan dagang adalah perusahaan yang kegiatan usahanya melakukan transaksi pembelian barang dagangan dari pemasok (supplier) dengan tujuan untuk dijual kembali kepada konsumen tanpa mengubah bentuk. Contoh: toko bangunan, toko sepatu, toko pakaian, dan toko sepeda. Karakteristik perusahaan dagang yang tidak dimiliki oleh perusahaan jasa, adalah pembelian, penjualan, dan persediaan barang dagangan. Hasil
utama yang diperoleh perusahaan dagang adalah keuntungan (laba) ataupun kerugian yang merupakan selisih antara harga pembelian dengan harga penjualan. Pembelian, penjualan, dan persediaan barang dagangan merupakan akun-akun baru dalam perusahaan dagang yang perlu mendapatkan perhatian khusus dalam melakukan pencatatan atau pembukuan.

Dalam perdagangan barang harus ada perjanjian antara pembeli dan penjual dalam hal pembayaran dan penyerahan barang, sehingga jelas hak dan kewajiban bagi kedua belah pihak. Syarat pembayaran dan syarat penyerahan barang dagangan adalah sebagai berikut.
1.       Syarat Pembayaran
Syarat pembayaran adalah mekanisme atau tata cara pembayaran harga barang yang dibeli. Pembelian barang dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu pembelian tunai dan pembelian kredit. Di samping itu, dalam syarat pembayaran seringkali dicantumkan syarat-syarat khusus yang disepakati kedua belah pihak.
Contoh:
a.       n/30, artinya pembayaran seluruh harga barang dagangan dapat dilakukan selambat-lambatnya 30 hari sejak tanggal faktur (tanggal transaksi)
b.       n/eom, (eom = end of month) artinya pembayaran seluruh harga barang dagangan dapat dilakukan selambat-lambatnya sampai akhir bulan yang bersangkutan. Misal, pembelian dilakukan tanggal 5 Maret 2006 dengan syarat “n/eom” maka pembeli dapat melunasi pembayaran selambat-lambatnya sampai dengan tanggal 31 Maret 2006.
c.       2/10, n/30; 2/10 artinya pembeli akan menerima potongan harga sebesar 2% apabila pembayaran dilakukan paling lambat 10 hari setelah tanggal transaksi; n/30 artinya jangka waktu pelunasan adalah 30 hari.
2.       Syarat Penyerahan Barang
Syarat penyerahan barang merupakan kesepakatan antara pembeli dan penjual mengenai tempat serah terimanya barang yang diperjualbelikan. Dalam syarat penyerahan barang ditentukan pihak yang menanggung beban pengiriman barang dari gudang penjual sampai ke gudang pembeli. Syarat syarat pembayaran yang biasanya sering terjadi dalam perdagangan adalah sebagai berikut:
a.       Franco Gudang Penjual (Free on Board Shipping Point/FOB Shipping point)
Seringkali kita berhadapan dengan penjual yang tidak mau mengirim barang yang kita beli sampai di rumah. Penjual hanya melayani sebatas di tempatnya menjual saja. Pola penjualan seperti ini disebut sebagai franco gudang penjual atau FOB shipping point. FOB shipping point, artinya penjual menyerahkan semua barang yang dijual kepada pembeli di gudang penjual. Pencatatan transaksi dan pemindahan hak pemilikan barang dagangan diakui sejak berada di gudang penjual. Jadi, pihak yang menanggung beban pengiriman barang adalah pembeli. Jika terjadi kehilangan atau kerusakan dalam perjalanan maka ditanggung oleh pembeli. Biaya pengangkutan barang dagangan tersebut akan menambah harga pokok barang yang dibeli. Contoh, perusahaan membeli sejumlah barang dagangan seharga Rp10.000.000,00 dan biaya angkut/beban pengiriman dari gudang penjual sebesar Rp800.000,00. Perusahaan sebagai pihak pembeli akan mencatat harga pokok barang sebesar Rp10.800.000,00
b.      Franco Gudang Pembeli (Free on Board Destination Point/FOB
Destination Point)
Sebagian besar penjual menggunakan sistem ini. Pembeli tidak perlu mengeluarkan biaya transport untuk membawa pulang barang pembeliannya. FOB Destination Point, artinya penjual menyerahkan barang yang dijual kepada pembeli di gudang pembeli. Pencatatan transaksi dan pemindahan hak pemilikan ke tangan pembeli diakui setelah barang sampai di gudang pembeli. Segala kerugian yang terjadi saat pengiriman ditanggung oleh penjual.
c.       Cost Insurance and Freight (CIF)

Cost Insurance and Freight, artinya pihak penjual harus menanggung beban pengiriman barang dan premi asuransi kerugian barang yang dijual. Syarat CIF biasanya dilakukan pada transaksi ekspor dan impor. Akun pembelian barang dagangan termasuk ke dalam beban sehingga pada awal dan akhir periode tidak akan terdapat saldo, setiap transaksi pembelian barang dagangan akan dicatat pada sisi debit akun
pembelian, pada akhir periode, akun pembelian akun ditutup dan saldonya akan dipindahkan ke akun ikhtisar laba/rugi atau harga pokok
penjualan.
Share:

Senin, 08 Februari 2016

Macam-Macam Kebutuhan Manusia


Manusia hidup selalu dihadapkan pada masalah kebutuhan dan keinginan atau pemuas kebutuhan. Kebutuhan merupakan suatu hal yang harus dipenuhi agar orang dapat bertahan hidup. Kebutuhan  hidup manusia pada dasarnya tidak ada yang persis sama. Kebutuhan anak-anak dan orang dewasa berbeda. Kebutuhan anak balita dengan kebutuhan anak SMA berbeda, demikian juga kebutuhan antara anak sekolah dengan seorang kepala keluarga mestinya akan berbeda pula.
1.       MACAM-MACAM KEBUTUHAN
Kebutuhan manusia dapat kita golongkan menjadi empat kelompok, yaitu kebutuhan yang terkait dengan masalah intensitas, waktu, sifat, dan subjek. Kebutuhan merupakan suatu hal yang harus dipenuhi agar orang dapat bertahan hidup. Kebutuhan hidup manusia pada dasarnya tidak ada yang persis sama.
a.       Kebutuhan menurut intensitas (penting atau tidaknya), Kebutuhan ini dipandang
dari urgensinya, atau mendesak tidaknya suatu kebutuhan. Kebutuhan ini
dikelompokkan menjadi tiga yaitu kebutuhan primer, kebutuhan sekunder, dan
kebutuhan tersier.
1)      Kebutuhan primer
Kebutuhan primer adalah kebutuhan yang benar-benar sangat dibutuhkan orang dan sifatnya wajib untuk dipenuhi. Kebutuhan primer contohnya makanan, minuman, pakaian rumah, kesehatan, dan pendidikan.
2)      Kebutuhan sekunder
Merupakan kebutuhan yang timbul setelah kebutuhan primernya tercukupi. Kebutuhan sekunder untuk masing-masing orang berbeda. Seseorang yang memiliki penghasilan yang tinggi untuk membeli mobil keluaran terakhir merupakan kebutuhan sekunder sedangkan bagi seorang pegawai rendahan yang berpenghasilan pas-pasan sebuah mobil atau motor merupakan barang mewah yang mustahil dapat dibeli.
3)      Kebutuhan tersier
Merupakan kebutuhan ketiga setelah kebutuhan primer dan sekunder terpenuhi. Kebutuhan ini agak cenderung ke barang-barang mewah yang bertujuan untuk menunjukkan prestise atau status sosial di mata masyarakat. Contoh benda-benda yang dapat dikategorikan ke dalam kebutuhan tersier adalah rumah mewah, kapal pesiar, lukisan pelukis yang diciptakan pelukis ternama, maupun berlian.
b.       Kebutuhan yang berhubungan dengan masalah waktu dapat kita bagi menjadi sebagai berikut.
1)      Kebutuhan sekarang
Kebutuhan sekarang adalah kebutuhan yang harus dipenuhi sekarang juga dan tidak dapat ditunda-tunda lagi. Contohnya adalah tersedianya makanan pada saat orang lapar, minuman bagi orang kehausan dan obat bagi yang sakit.
2)      Kebutuhan masa mendatang
Maksudnya ialah kebutuhan sifatnya tidak terlalu mendesak dan oleh karena itu keberadaannya masih dapat ditunda. Kebutuhan masa mendatang lebih bersifat persiapan atau persediaan untuk mengantisipasi kebutuhan di kemudian hari. Contohnya adalah menabung dan naik haji.
3)      Kebutuhan yang tidak tertentu waktunya
Kebutuhan yang disebabkan sesuatu yang terjadi secara tiba-tiba atau tidak disengaja yang sifatnya insidentil atau kadang-kadang. Misalnya, kebutuhan memberi bantuan kepada saudara yang punya hajat dan kebutuhan menolong saudara kita yang terkena bencana Tsunami di Aceh.
4)      Kebutuhan sepanjang waktu
Kebutuhan sepanjang waktu ialah kebutuhan yang memerlukan waktu yang lama dan boleh dikatakan sepanjang waktu, misalnya kebutuhan mencari ilmu atau belajar.
c.       Kebutuhan menurut sifatnya dapat kita bagi menjadi kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani.
1)      Kebutuhan jasmani berkait erat dengan masalah kesehatan ataupun penampilan seseorang. Contohnya adalah berolahraga, makan-makanan bergizi, istirahat yang cukup dan sebagainya.
2)      Kebutuhan rohani adalah kebutuhan yang berkaitan dengan masalah kejiwaan misalnya beribadah, berekreasi atau hiburan, bersosialisasi di masyarakat, dan melakukan atau menikmati aktivitas berkesenian.
d.       Kebutuhan menurut subjeknya dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu kebutuhan individu dan kebutuhan kolektif.
1)      Kebutuhan individu sifatnya perseorangan sehingga kebutuhan antara orang yang satu dengan yang lainnya tidak ada yang sama. Misalnya seorang pelajar akan butuh buku-buku pelajaran, pulpen, jangka, pensil dan sebagainya. Sedangkan seorang tukang kayu membutuhkan gergaji, palu, paku, bor, serut kayu, dan pensil untuk melakukan berbagai aktivitas pekerjaannya.
2)      Kebutuhan kolektif atau kebutuhan bersama dalam suatu masyarakat dimanfaatkan untuk kepentingan kolektif atau bersama. Contohnya adalah rumah sakit, jalan, jembatan, dan tempat-tempat rekreasi.
2.       FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEBUTUHAN
Sekarang coba kalian pikirkan! Mengapa kebutuhan bagi setiap orang berbeda-beda? Banyak faktor yang memengaruhi kebutuhan.
a.       Keadaan alam
Orang yang tinggal di daerah kutub yang luar biasa dingin membutuhkan pakaian tebal untuk menahan hawa dingin yang serasa menggigit tulang. Sedangkan kita yang tinggal di daerah tropis cukup memakai pakaian relatif lebih tipis. Tampaknya keadaan alam mendorong manusia membutuhkan barang-barang yang sesuai dengan kondisi alam di tempat yang bersangkutan. Cobalah bandingkan, kebutuhan orang yang tinggal di daerah pegunungan dengan kebutuhan orang yang tinggal di daerah pantai.
b.       Peradaban
Makin tinggi peradaban, makin tinggi pula kualitas barang yang dibutuhkan. Tentunya kalian pernah belajar sejarah! Coba kalian amati kebutuhan pada masa
primitif, dan bandingkan dengan kondisi masyarakat kita yang sudah mengenal peradaban yang lebih tinggi. Kebutuhan masyarakat primitif lebih menekankan
kebutuhan primer, kebutuhan itupun dipenuhi secara sederhana. Untuk makanan

misalnya, mereka hanya tinggal memungut dari hutan atau sekitar tempat tinggalnya.
Share: